Sabtu, 06 Oktober 2012

Klausa

Klausa merupakan tatara didalam sintaksis yang berada diatas tataran frase dan dibawah tataran kalimat. Dalam pelbagai karya linguistik mungkin ada perbedaan konsep karena penggunaan teori analisis yang berbeda.
  • Pengertian Klausa
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkontruksi Predikat. Artinya, didalam kontruksi itu ada komponen, berupa kata atau frase, yang berfungsi sebagai predikat; dan yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek dan sebagai keterangan, fungsi subjek boleh dikatakan bersifat wajib, sedangkan yang lainnya bersifat tidak wajib. Kalau kita bandingkan kontruksi kamar mandi dan adik mandi, maka dapat dikatan kontruksi kamar mandi bukanlah sebuah klausa karena hubungannya komponen kamar dan komponen mandi tidaklah bersifat prediktif. Sebaliknya, kontruksi nenek mandi adalah sebuah klausa karena hubungan komponen nenek mandi adalah sebuah klausa karena hubungan komponen nenek dan komponen mandi bersifat predikatif.
Anda mungkin bertanya, kalau begitu apakah bedanya klausa dan kalimat? Bukankah kontruksi nenek mandi adalah sebuah kalimat? Sebuah kontruksi desebut kalimat kalau kepada kontruksi itu diberikan intonasi final atau intonasi kalimat. Jadi, kontruksi nenek mandi baru dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi final, entah berupa intonasi deklaratif, intonasi interogatif, maupun intonasi interjektif. Kalau belum diberi intonasi, maka kontruksi nenek mandi itu masih bersatus klausa.
Dari uraian diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa klausa memang berpotensi untuk menjadi kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksi wajib, yaitu subjek dan predikat. Selain subjek dan predikat yang bersifat wajib hadir itu, ada pula unsur lain yang boleh ada atau boleh tidak ada dalam sebuah klausa, yaitu objek, pelengka,  dan keterangan.
Subjek biasanya dikatakan sebagai suatu yang menjadi pokok, dasar, atau hal, yang ingin dinyatakan oleh pembicara atau penulis. Sedangkan predikat adalah pernyataan mengenai subjek itu. Jadi dalam klausa nenek mandi, bagian yang yang menjadi subjek adalah nenek dan yang menjadi predikat adalah mandi.
  • Jenis Klausa
Jenis Klausa dapat diperbedakan berdasarkan strukturnya dan berdasarkan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Berdasarkan strukturnya dapar dibedakan menjadi klausa bebas dan klausa terikat. Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat; dan karena itu dapat berpotensi menjadi kalimat mayor. Umpamanya klausa nenekku masih cantik dan kakekku gagah berani, yang masing-masing diberi intonasi final sudah menjadi kalimat mayor; nenekku masih cantik dan kakekku gagah brani.
Klausa terikat memiliki struktur yang tidak lengkap. Unsurnya mungkin hanya subjek saja, mungkin hanya objek saja atau juga hanya keterangan saja. Oleh karena itu klausa terikat tidak berpotensi menjadi kalimat mayor. Umpamanya, kontruksi tadi pagi yang menjadi kalimat tanya: kapan nenek membaca komik? Klausa terikat biasanya dapat dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif (klausa subordinatif/ klausa bawahan)didepannya. Umpamanya klausa terikat ketika kami sedang belajar di dalam kalimat Dia pingsan ketika kami sedang belajar. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya dapat dibedakan adanya klausa verbal, klausa nominal, klausa ajektifal, klausa adverbial, dan klausa preposisional.
Klausa Verbal adalah klausa yang predikatnya dikategorikan verba: misalnya, klausa nenek mandi, kakek menari. Klausa Verbal dibagi menjadi tiga yaitu klausa verba trnasitif, klausa verba intransitif dan klausa verba reflektif.
Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nomina atau frase nominal, misalnya petani, dosen linguistik. sebagai contoh ”kakeknya petani didesa itu” dan ”dia dulu dosen linguistik”.
Klausa ajektifal adalah klausa yang predikatnya berkategorikan ajektifa, baik berupa kata ataupun frase. Umpamanya klausa ibu dosen itu cantik sekali dan gedung itu sudah tua sekali.
Klausa adverbial adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia. Misalnya, klausa bandelnya teramat sanga.
Klausa Preposional adalah klausa yang predikatnya berupa frase yang berkategorikan preposisi. Umpamanya, nenek di kamar dan dia dari medan. Dalam bahasa indonesia, ragam tidak baku cukup produktif, namun dalam ragam bahasa baku indonesia, kontruksi ini dianggap salah. Dalam ragam bahasa indonesia baku kedua klausa diatas menjadi nenek ada di kamar dan dia datang dari medan.
Klausa numeral adalah klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. Misalnya gajinya lima juta sebulan dan anaknya duabelas orang. Dalam ragam bahasa indonesia baku kedua klausa diatas menjadi gajinya adalah lima juta sebulan dan anaknya ada dua belas orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar